Ticker

6/recent/ticker-posts

Advertisement

Responsive Advertisement

Puisi untuk Kota Gresik

Birunya langit terjangkau jarak pandang mata,
Menyeluruh sempurna tak terbatas.

Terik mentari meradang, menusuk tajam,
Tanpa awan sebagai penyaring,
Tanpa angin yang membelai dedaunan.

Panas gersang
Kering tandus
Debu jalanan menyeruak
terhembus gesekan ban roda dan aspal.
Menempel lengket,
Menyatu dalam keringat.

Inilah pembalasan,
Karma atas dosa-dosa yang kau siram,
Walau belum sebanding dengan noda yang kau torehkan
dengan prestasi yang kau ingkari.

Kota Gresik, kota berhias iman,
Beriman kepada perusakan dan pencemaran alam.
Kota Gresik, kota industri,
Industri yang beralaskan tangisan para petani.

Akankan saat dulu masih dapat ku rasa,
Masa dimana aku dapat menghirup udara bersih...???





by: Abdul Ghofur, Arek Gresik seng Kuliah di FH-UB Malang

Post a Comment

0 Comments